Pembaca Warkah Tinta

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

13 January 2010

Diskriminasi Bandaraya Injil


Rasanya, sejuk Cameron Highlands ni tak dapat menghalang saya untuk terus menulis dengan berbekalkan Broadband Celcom dengan Youth Plannya serta Notebook Acer yang diberipinjam sejak 2 tahun sudah.

Sebentar tadi, saya menerima mesej telefon saya, sekitar inilah bunyi mesejnya...
Mohon kesudian umat Muslim malam ini tolong lakukan solat sunat tahajud dan hajat serta berdoa untuk penolakan pengisytiharan Manokwari di Irian, Indonesia sebagai Kota/Bandaraya Injil dan ini akan melarang:
  1. Berjilbab/bertudung
  2. Azan
  3. Pembinaan masjid

Jangan terburu-buru, mari kita lihat satu-persatu sebelum kita mengupas dengan lebih lanjut...

Kupas dengan lebih lanjut? Mana nak cari maklumat tentang wilayah Manokwari ni? Wikipedia pun langsung tak membantu...

Jangan terburu-buru. Cuba buka Wikipedia dalam Bahasa Indonesia pula.

Hm... Pun hampeh. Mungkin maklumat yang sedikit ini boleh membantu. Apa yang Wikipedia Indonesia kata?
Manokwari adalah ibu kota Provinsi Papua Barat, Indonesia. Manokwari juga merupakan ibukota Kabupaten Manokwari. Kota ini memiliki luas wilayah 18,746 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 150,000 jiwa.

Manokwari terletak di pantai utara Daerah Kepala Burung Pulau Papua. Kota ini merupakan salah satu kota bersejarah bagi masyarakat Kristen di Papua karena pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang penginjil mendarat di Pulau Mansinam dan memulai karya penyebaran agama Kristen Protestan di kalangan suku-suku yang masih suka berperang satu sama lain.
Wikipedia Indonesia

Konklusi daripada teks ni mudah; majoriti penduduk di Kota Manokwari ialah rakyat Indonesia (of courselah mereka ni Indonesian) beragama Kristian yang memegang mazhab Protestan (diorang guna mazhab ker?).

Kota Manokwari merupakan ibu negeri bagi wilayah Papua Barat (atau sebelum ini dipanggil Irian Jaya Barat). Penduduk utama di wilayah Papua Barat merupakan penganut Kristian Protestan (tak kisahlah apa mazhab yang mereka pakai) dan umat Islam merupakan minoriti sahaja di situ walaupun mereka merupakan majoriti di Indonesia.

Kalau dilihat apa yang saya tulis, sememangnya TIDAK SALAH untuk mereka menjadikan Kota Manokwari sebagai sebuah Bandaraya Injil seperti yang mereka inginkan. Mereka melihat kawan mereka di Acheh, wilayah paling barat di Indonesia yang berjaya menegakkan Syariat Islam dengan kuasa autonomi yang mereka dapat daripada Kerajaan Republik Indonesia.

Jangan berkontroversi... Habiskan dahulu tulisan saya sebelum menuduh yang bukan-bukan.

Sebelum saya berani mencoret coretan dengan tinta, seeloknya saya melihat dengan lebih mendalam, apakah yang mereka mahukan sebenarnya. Jika dilihat menerusi pengamalan ajaran Kristian itu sendiri, sememangnya pihak gereja menghendaki pembudayaan semula amalan Injil disemai kembali ke dalam kehidupan penduduk Kristian yang mana sehari ke sehari nilai itu semakin berkurangan dan akhirnya mereka berani meninggalkan para pendeta yang mereka jumpa setiap hari minggu semata-mata mengejar taburan nilaian dolar dari pelancong-pelancong asing yang tiba di kota tersebut.

Pihak gereja juga ingin menerapkan kembali larangan meminum minuman keras yang diajar Injil mereka dengan melarang penjualannya di bandaraya tersebut. Bukankah ini juga terdapat dalam ajaran Islam?

Cuma satu pesanan saya, jangan melihat sebahagian sahaja, lihatlah keseluruhannya.

Perhatikan teks yang saya petik dari In-Christ.Net:
Menurut Pendeta Bastian sanbalai, salah seorang pembicara dalam semi loka dan yang juga memberikan kontribusi usulan untuk pembuatan perda pembinaan mental dan spiritual itu, aturan yang akan ditetapkan dalam perda itu adalah nilai-nilai yang universal, sebagaimana Injil itu berisi nilai-nilai universal itulah yang kami usulkan, jika kemudian ada usulan-usulan yang tampak berisi nilai-nilai yang diskriminatif itu bisa saja didialogkan, hanya saja memang perda itu merupakan proteksi terhadap umat Kristen dari usaha-usaha islamisasi yang gencar dilaksanakan di Papua. Misalnya saja tentang penggunaan Jilbab, ia berkomentar, itu merupakan atribut Islam, yang otomatis juga media penyebaran agama, kami tidak melarangnya, hanya saja penggunaannya pada tempatnya, misalnya digunakan untuk beribadah, namun tidak pada segala tempat, apalagi pada pegawai negeri yang telah mempunyai seragam khusus, mengapa mesti ada perbedaan atau kekhususan? Jadi, tidak ada larangan berjilbab dalam usulan itu, yang ada hanyalah pembatasan. Komentar ini juga dinyatakan oleh tokoh-tokoh agama lainnya dan juga pejabat di kabupaten Manokwari.
In-Christ.Net

Siapa mereka yang mahu masuk campur dengan agama Islam? Mereka mengatakan undang-undang Islam (boleh baca artikel mengarut mereka yang berjela-jela di sini) atau syariat Islam itu mendiskriminasi agama-agama lain sedangkan mereka tidak langsung menyatakan mana satu yang mendiskriminasi mereka! Contoh yang mereka berikan hanyalah diHARUSkan non-Muslim di Acheh untuk mengenakan jilbab. Adakah diHARUSkan itu membawa maksud yang sama dengan diWAJIBkan?

Lagi satu, mereka mengatakan penggunaan jilbab itu sepatutnya hanya pada tempatnya. Soalan saya buat mereka, mana tempat yang sepatutnya dikenakan jilbab itu MENURUT ISLAM? Mana? Islam mewajibkan Muslimah (ataupun wanita yang Islam) menutup aurat (atau senangnya berjilbab) ketika berhadapan dengan lelaki awam. Mereka BODOH tentang Islam tetapi DENGAN CELAKANYA cuba bercerita tentang ISLAM.

Mereka juga mendiskriminasi orang Islam Manokwari dengan mengenakan syarat yang ketat untuk membina masjid. Adakah mereka mengatakan yang wilayah autonomi Acheh mengenakan syarat yang sama dengan mereka?

Sedang mengenai ijin pendirian tempat ibadah, itu semua sudah diatur oleh pemerintah, jadi wajar saja jika kita meminta mesjid pun perlu mendapatkan ijin dari masyarakat, setidaknya harus mendapatkan ijin dari 150 anggota masyarakat setempat.
In-Christ.Net

Begitu mudah mereka mengatakan yang mereka langsung tidak mendiskriminasi Muslim Papua khususnya Muslim Manokwari.
Hal lain yang menimbulkan reaksi negative terhadap usulan perda itu adalah masalah suara azan, menurut tokoh-tokoh agama disana, itu tidak perlu dikumandangkan, karena mengganggu umat yang beragama lain, apalagi ini kota Injil. Jadi yang kita minta adalah penghargaan keberadaan kami sebagai umat Kristen yang mayoritas, kami tidak membelenggu kebebasan beragama, tapi sudah semestinya umat Islam juga bertoleransi dengan mayoritas Kristen disini.
In-Christ.Net

Itu belum lagi bantahan penduduk Kristian Kota Manokwari tentang pembinaan sebuah kompleks masjid berserta sebuah Islamic Center. Alasan mereka, besar masjid itu melebihi saiz gereja-gereja di sana, jumlah masjid di kota tersebut memadai, dan lokasinya berdekatan dengan pintu masuk utama ke Kota Manokwari.

Itu namanya toleransi beragama? Puih...

Dan perhatikan pula perenggan ini:
Pdt. Gereja Bethel Tabernakel yang telah melayani 32 tahun di Papua dan kini telah berusia 56 tahun berkomentar, “Kota Injil bagi kami adalah harga mati!” Pernyataan itu bukanlah sesuatu yang diungkapkan dengan semangat heroik yaitu untuk melawan orang-orang yang tidak menyetujui dengan sebutan Manokwari Kota Injil, melainkan suatu pernyataan yang didasarkan keyakinan yang teguh bahwa Tuhanlah yang menetapkan Manokwari sebagai Kota Injil yang didasarkan pada peristiwa historis, karena itu meski tanpa pengakuan dari pemerintah sekalipun keyakinan bahwa manokwari Kota Injil akan tetap dipegang teguh oleh masyarakat Kristen Papua.
In-Christ.Net

Pada saya, kalau nak menjadikan kota tersebut sebagai Bandaraya Injil, dipersilakanlah. Tetapi ingat, jangan cuba langsung halang umat Islam dengan cara mereka. Jikalau mereka menghalang dengan alasan umat Islam perlu bertoleransi dengan majoriti Kristian, nantikanlah kebinasaan mereka di Kota Manokwari. Umat Islam tidak akan berdiam diri sebab mereka dihalang daripada mengamalkan agama mereka tanpa halangan selama ini sebelum puak-puak ini memerintah dengan Injil.

Walaupun perkara ini telah bertahun-tahun dibahaskan di seluruh Republik Indonesia, tetapi khabar ini baru sahaja saya ketahui lewat tengah malam tadi. Kepada umat Islam, jagalah saudaramu walau di mana mereka sekalipun. Jangan biarkan mereka disekat daripada menjalankan tanggungjawab mereka dengan Tuhan Rabbul Jalil. Lakukanlah dengan penuh berhikmah dan pamerkan kesucian Islam itu sendiri yang sebenarnya terlalu banyak bertolenrasi terhadap agama lain yang kebanyakkannya hanya tahu mendiskriminasi umat Islam yang lemah sekitar mereka.

Tinta Mencoret: Mesej yang saya terima tu mengajak kita bertahajud dan bersolat hajat. Maaflah sebab ketika ni saya berada di Cameron Highlands. Air di sini agak sejuk dan mungkin saya hanya mampu berselimut sahaja pada malam terakhir... Saya memang tidak dapat menahan kesejukan umpama cuaca sejuk Eropah.

والله أعلم بالصواب

Hill Garden Lodge, Brinchang, Tanah Tinggi Cameron

13 comments:

  1. trima ksih ats mklumat yg dberikn.. mmg sush nk cri tntng isu ni... ana mohon izn tuk link kn post ni dgn n3 di blog ana.. trima ksh...


    p/s:salam ziarah n salam kutip ilmu...

    ReplyDelete
  2. sama-sama...

    yg mana baik dikongsilah bersama...
    yg xbaik dijadikan sempadan...

    ReplyDelete
  3. salam..
    cami, 1st time dgr psl bende ni..
    tq2..same2 kite doa utk umat islam kat sane..

    ReplyDelete
  4. mf...jika anta ign bercoret, anta fikir2 kan lah dahulu menggunakan akal yg ALLAH berikan.

    Umat islam sesama sendiri memperingati untuk bersolat hjat dan berdoa agar bandaraya tersebut tidak di istiharkan adalah amat wajar!!!.kita x boleh terima sama sekali apa yg yahudi wal nasoro katakan! tgklah apa terjadi di AMBUN dahulu!..Takbir!!

    ReplyDelete
  5. kepada syamshul, sebelum mengomen pun gunalah AKAL dan MATA yang ALLAH berikan. Jangan baca separuh-separuh, tu amalan al-yahudu wan nasoro yang ambil agama mereka separuh-separuh, yang mana suka diambil, yang mana tak best, buang suka ati jer...

    Harap dibaca artikel saya sehingga habis sebelum membuat apa2 komen. Pendapat dalam tulisan saya selalunya berada pada 1/3 teks yang terakhir...

    Yang lain, jangan suka-suki nak komen macam bagus kalau tak reti baca habis tulisan saya. Jangan jadi 'macam' AL-YAHUDU WAN NASORO اليهود والنصارى.

    ReplyDelete
  6. terkejut dengan post kawan di facebook yang tiba2 minta seperti dalam sms yg saudara dapat tu..tapi tak disertakan adri mana datangnya maklumat tu..

    jadi, puas mencari-mencari dan akhirnya jumpa ulasan tentang isu ni..trimas saudara..jadi nak share link post ni dengan kawan2 saya..

    ReplyDelete
  7. salam..
    tis is not my 1st time hearing bout this news..but if this is really happened..suara umat islam dari seluruh pelusuk dunia amat diperlukan untuk membantah memrangi perkara ni..selamatkan islam..

    p/s: syukaran jazilan..

    ReplyDelete
  8. Wassalam...

    Yang mana baik, disebarkanlah buat pengetahuan Muslimin yang lain...

    ReplyDelete
  9. Salam..thanks for sharing bro.saya pown baru dapat tahu.Terkutuk betullah org yahudi nih sntiasa mncari jalan nak jatuhkan org islam.

    Moga mereka2 terima azab yg setimpal buat mereka.

    ReplyDelete
  10. Yang lain, jangan suka-suki nak komen macam bagus kalau tak reti baca habis tulisan saya. Jangan jadi 'macam' AL-YAHUDU WAN NASORO اليهود والنصارى

    salam ya akh...jazakallah utk artikel ini...bagus, cuma d way enta balas komen sesetengah shbt tu, xmengizzahkan islam yang sebenar...maaflah, mungkin bagi ana kurang sesuai sebab enta sepertinya mahu untuk menunjukkan bhw tulisan enta ini dah baik...memang betul ianya baik, tapi berhati2 bila menjawab provokasi org len...

    ape pun, thnx a lot 4 d article...

    ReplyDelete